-->

Merasa Tidak Dicintai

#1

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Ḥasbunallāhu wa niʿmal Wakīl.

----
“Cukuplah Allah bagi kita dan Dialah Pelindung yang Terbaik.”

Ibnu ʿAbbās (radiy Allāhū 'anhumā) meriwayatkan: “[di atas] diucapkan oleh Ibrahim ('alayhis-salām) ketika dia dilempar ke dalam api; dan hal itu diucapkan oleh Muhammad ﷺ ketika mereka (yaitu orang-orang munafik) berkata, “Pasukan besar sedang berkumpul melawanmu, oleh karena itu, takutlah terhadap mereka,” tetapi hal itu hanya menambah keimanan mereka dan mereka berkata: “Cukuplah Allah bagi kita, dan Dia adalah Pembuang (urusan, bagi kami) yang Terbaik.” (3.173) (Bukhari 4563)

#2

حَسْبِيَ اللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ، وَهُوَ ر َبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Ḥasbiya-Allāhu lā ilāha illā Huwa, ʿalayhi tawakkaltu, wa Huwa Rabbu-l-ʿArshi-l-ʿaẓīm.

---
“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Dia. Aku bertawakal hanya kepada-Nya, dan Dialah Penguasa Arsy yang Agung.”

Abū al-Dardā' (raḍiy Allāhu ʿanhu) meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ bahwa dia bersabda: “Barangsiapa membaca [di atas] tujuh kali di pagi dan sore hari, maka Allah akan mencukupinya dalam segala hal yang menyangkut dirinya dalam urusan. dunia ini dan akhirat.” (Ibnu al-Sunni 71)

#3

رَبِّ إِنِّيْ لِمَآ أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

Rabbi innī limā anzalta illayya min khayrin faqīr.

---
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan kebaikan apa pun yang Engkau kirimkan kepadaku. (28:24)

#4

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْـنِيْ حُبَّكَ ، وَحُبَّ مَنْ يَّنْفَعُنِيْ حُبُّهُ عِنْدَكَ ، اَللّٰهُمَّ مَا رَزَقْتَنِيْ مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ قُوَّةً لِّيْ فِيْمَا تُحِبُّ ، اَللّٰهُمَّ مَا زَوَيْتَ عَنِّيْ مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ فَرَاغًا لِّيْ فِيْمَا تُحِبُّ

Allāhumma-r-zuqnī ḥubbak, wa ḥubba ma-y-yanfaʿunī ḥubbuhu ʿindak, Allāhumma mā razaqtanī mim-mā uḥibbu fa-jʿalhu quwwata-l-lī fīmā tuḥibb, Allāhumma mā zawayta ʿannī mim-mā uḥibbu fa-jʿalhu farāgha-l-lī fīmā tuḥibb.

---
“Ya Allah, berilah aku cinta-Mu dan cinta orang-orang yang cintanya membawa manfaat bagiku bersama-Mu. Ya Allah, apapun yang Engkau berikan kepadaku dari hal-hal yang aku sukai, jadikanlah itu sebagai sumber kekuatan bagiku dalam mengejar apa yang Engkau sukai. Ya Allah, apa yang Engkau sembunyikan dariku dari apa yang aku cintai, jadikan ketidakhadirannya sebagai sarana bagiku untuk mengejar apa yang Engkau cintai.

ʿAbdullah b. Yazīd Al-Khatmī Al-Ansarī (raḍiy Allāhu 'anhu) meriwayatkan bahwa Rasulullah biasa mengatakan [di atas] dalam permohonannya. (Tirmidzi 3491)

#5

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، ا َللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُن ْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَا تِيْ ، اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ، وَمِنْ خَلْفِيْ ، وَعَن ْ يَّمِيْنِيْ ، وَعَنْ شِمَالِيْ ، وَمِنْ فَوْقِيْ ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَت ِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allāhumma innī as'aluka-l-ʿāfiyata fi-d-dunyā wa-l-ākhirah. Allāhumma innī as'aluka-l-ʿafwa wa-l-ʿāfiyata fī dīnī wa dunyāya wa ahlī wa mālī, Allāhumma-stur ʿawrātī wa āmin rawʿātī. Allāhumma-ḥfaẓnī mim bayni yadayya wa min khalfī, wa ʿay-n yamīnī wa ʿan shimālī wa min fawqī, wa aʿūdhu bi-ʿaẓamatika an ughtāla min taḥtī.

---
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesejahteraan dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu dan kesejahteraan dalam agamaku, dalam urusan duniaku, dalam keluargaku, dan dalam hartaku. Ya Allah, sembunyikan kesalahanku dan tenangkan ketakutanku. Ya Allah, lindungilah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku, dan dari atasku. Aku mencari perlindungan pada Keagungan-Mu agar tidak dihancurkan secara tak terduga dari bawahku.”

ʿʿAbdullah b. ʿUmar (raḍiy Allāhu ʿanhumā) meriwayatkan: “Rasulullah ﷺ tidak pernah lalai mengucapkan kata-kata ini di pagi dan sore hari.” (Abu Dawud 5074)